Besaran dan Satuan

    Author: Purwoko Haryadi Santoso Genre: »
    Rating

    Bismillahirrohmanirrohim.
    Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarakatuh

               
    Seperti yang telah saya janjikan pada postingan kemarin yaitu bahwa saya akan menjelaskan tentang besaran. Ya, kan? Hayooo, masih inget, gak? Hehe
                Besaran dalam Fisika itu didefinisikan sebagai sesuatu yang bersifat kuantitatif, yaitu sesuatu yang memiliki besar dan satuan. Kalo satuan tuh sesuatu ysng digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Maksudnya pembanding itu apa? Jadi gini, misal salah satu besaran panjang, misalnya 3 sentimeter. Angka 3 disini itu besar nya, dan sentimeter disini itu satuannya. Trus kenapa disebut pembanding? Okeh, gini analoginya. Misal ada 2 pengukuran panjang yaitu 3 sentimeter dan 6 sentimeter. Hayo panjangan mana? 6, kan. Nah, jadi, si satuan sentimeter ini jadi pembanding besaran panjang antara angka 3 dan 6. Jelas, kan? Tetapi misalnya bandingannya antara 3 sentimeter dan 3 milimeter, trus panjangan yang mana, hayoh? Nah, didini satuannya harus disamakan dulu menjadi satuan tertentu supaya bisa dibandingkan. Misal kasus diatas menjadi 3 sentimeter dan 0,3 sentimeter (inget pelajaran sewaktu SD, ya J ). Nah, kalo satuannya sudah sama maka baru bisa dibandingkan. Oleh karena itu, satuan digunakan pembanding dalam pengukuran.
    Next, besaran itu tuh ada 2, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu. Misalnya adalah panjang, satuannya adalah meter (m) yang telah disepakati secara Internasional ditetapkan menjadi besaran pokok. Apa saja mengenai besaran pokok itu, ditunjukkan pada tabel dibawah ini.
    No
    Nama Besaran Pokok
    Lambang
    Satuan
    1
    Panjang
    l
    Meter
    2
    Massa
    m
    Kilogram
    3
    Waktu
    t
    Sekom
    4
    Kuat arus listrik
    I
    Ampere
    5
    Suhu
    T
    Kelvin
    6
    Intensitas cahaya
    I
    Candela
    7
    Jumlah zat
    n
    Mole
    8
    Sudut bidang datar
    teta
    Radian
    9
    Sudut ruang
    phi
    Steradian

    Sedangkan besaran turunan yaitu besaran yang diperoleh dengan menurunkan dari besaran pokok. Jadi, dengan kata lain si besaran turunan ini asalnya dari besaran pokok. Misalnya, besaran muatan listrik yaitu Coulomb (satuan ini ditemukan di bab Listrik statis). Nah, Coulomb disini merupakan muatan yang dibawa oleh arus I dalam selang waktu t, sehingga Coulomb disini dapat dinyatakan dengan It atau Ampere sekon. Tuh, kan, besaran turunan muatan satuannya dapet dari besara pokok yaitu arus listrik dan waktu. Contoh besaran turunan yang lain, misalnya gaya, kecepatan, percepatan, tegangan listrik, medan listrik, usaha, kerja, momentum, impuls, dan lain lain.


    Wabilahi taufik wal hidayah.
    Wassalamu’alaykum warahmatullohi wabarokatuh.

    Leave a Reply

    Silakan berkomentar pada postingan saya ini.
    Admin mengharapkan kecerdasan dan etikanya dalam berkomentar.
    Dilarang berkomentar dengan bahasa yang kotor, spam, hoax, dan sara.
    Jika ada yang melanggar, maka admin tidak segan-segan akan menghapus komentarnya.
    Terima Kasih sudah bersedia untuk berkomentar.
    ...
    ...
    ...
    Admin